Mataram, 30 Oktober 2025 — Laboratorium Pusat Kajian Literasi dan Disabilitas Sosial (PUSKA-LDS), Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Mataram resmi membuka pendaftaran Asisten Laboratorium Pendamping Mahasiswa Berkebutuhan Khusus (MBK) untuk periode Tahun Akademik 2025/2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Prodi PMI dalam mewujudkan kampus yang inklusif, ramah disabilitas, dan berkeadilan sosial. Melalui program ini, laboratorium PUSKA-LDS berupaya memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berperan aktif dalam mendampingi mahasiswa berkebutuhan khusus, baik dalam proses akademik maupun kegiatan sosial kemahasiswaan.
Ketua Prodi PMI, (Zaenudin Amrulloh, M.A), menjelaskan bahwa program asisten laboratorium ini tidak hanya bertujuan memberikan bantuan teknis, tetapi juga menumbuhkan kepedulian, empati, dan kompetensi sosial mahasiswa dalam memahami isu-isu disabilitas di lingkungan kampus.
“Kami ingin melatih mahasiswa agar memiliki sensitivitas sosial yang tinggi serta mampu berinteraksi dan berkolaborasi dengan teman-teman difabel secara setara dan bermartabat. Ini sejalan dengan visi Prodi PMI dalam mencetak agent of change yang humanis dan inklusif,†ungkapnya.
Pendaftaran dibuka mulai tanggal 30 Oktober hingga 03 November 2025, melalui tautan resmi yang disediakan oleh PUSKA-LDS. Mahasiswa yang berminat diharapkan memiliki komitmen tinggi, kemampuan komunikasi yang baik, serta kesediaan untuk mengikuti pembekalan dan pelatihan dasar tentang literasi disabilitas.
Selain sebagai bentuk service learning, kegiatan ini juga menjadi bagian dari penguatan fungsi laboratorium prodi sebagai wadah pengembangan riset terapan, advokasi sosial, dan praktik pemberdayaan masyarakat inklusif.
Melalui kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan jejaring mitra disabilitas, PUSKA-LDS berharap program ini dapat menjadi model pendampingan sosial berbasis kampus yang berkelanjutan dan inspiratif bagi perguruan tinggi lain di Indonesia.