MATARAM – Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) UIN Mataram sukses menyelenggarakan diskusi rutin dosen dengan tema “Manajemen Haji dan Umrah Modern dalam Logika Industri” pada Senin (04/05/2026). Pertemuan strategis ini diadakan untuk membedah bagaimana bidang Manajemen Dakwah serta Manajemen Haji dan Umrah harus beradaptasi di tengah pesatnya perkembangan industri layanan keagamaan saat ini.

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan FDIK, mulai dari Dekan, Wakil Dekan, hingga jajaran Kaprodi dan Sekprodi. Tidak ketinggalan, para mahasiswa Program Studi Manajemen Dakwah turut hadir untuk menyerap ilmu mengenai masa depan profesi yang akan mereka geluti. Acara dimulai dengan khidmat melalui nyanyian lagu Indonesia Raya dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sebelum akhirnya dibuka secara resmi oleh Dekan FDIK, Dr. H. Lalu Ahmad Zaenuri, Lc., M.A.

Dalam sambutannya, Dr. H. Lalu Ahmad Zaenuri menekankan bahwa institusi pendidikan harus mampu membedah akar keilmuan secara mendalam. Hal ini bertujuan agar kurikulum yang diajarkan kepada mahasiswa tidak hanya bersifat teori, tetapi juga mampu menjawab tantangan nyata di lapangan kerja, terutama dalam memastikan setiap lulusan memiliki kompetensi yang jelas dan terukur.

Sebagai narasumber utama,
Dr. H. Asep Iwan Setiawan, M.Ag., selaku Ketua Program Studi S1 Manajemen Haji dan Umrah UIN Sunan Gunung Djati Bandung, memaparkan materi krusial mengenai tantangan pengelolaan ibadah di masa kini. Dalam presentasinya yang bertajuk “Manajemen Haji dan Umrah di Era Baru”, beliau menyoroti dinamika penting tentang bagaimana menavigasi tegangan antara logika industri global yang serba cepat dengan upaya menjaga nilai-nilai sakral dari ibadah itu sendiri.

Pemaparan ini menekankan bahwa di era baru, pengelolaan haji dan umrah tidak hanya sekadar soal logistik dan bisnis, tetapi harus tetap berpijak pada nilai spiritualitas yang mendalam. Dengan pemahaman yang komprehensif, diharapkan para praktisi dan akademisi dapat merumuskan strategi manajemen yang profesional dan modern tanpa mengesampingkan kekhidmatan jemaah dalam menjalankan rukun Islam.

Diskusi rutin ini kemudian diakhiri dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Bapak Hamdan Khaerul Fikri. Penutupan tersebut membawa harapan agar semangat dari diskusi ini dapat diimplementasikan dalam pengembangan akademik fakultas, sehingga mampu melahirkan praktisi manajemen haji dan umrah yang handal, moderat, dan profesional.